Home > dari kain > Kain perca disulap jadi uang

Kain perca disulap jadi uang

Kain perca yang merupakan limbah di pabrik konveksi ternyata masih bisa dibuat menjadi barang yang cukup punya nilai. Salah satunya adalah mengubahnya menjadi kain lap.
Mengubah kain perca menjadi lap sesungguhnya sederhana saja(kerajinan tangan). Bila kain perca masih cukup besar tinggal dipotong sesuai kebutuhan, kemudian dijahit pinggirannya. Kalau potongannya merupakan potongan kecil-kecil, kain perca itu disambung-sambung sehingga menghasilkan ukuran yang dikehendaki.

Bahan baku kain perca/ Kerajinan Tangan ketika sampai di tangan pengusaha lap, masih dalam bentuk karungan. Harganya adalah Rp 500 per kilogram. Tentu saja ukurannya masih tercampur baur tidak karuan. Untuk itu perlu ada pekerjaan menyortir kain perca itu berdasarkan ukurannya. Saat ini, sekitar pertengahan tahun 2002, ongkos sortir berkisar pada angka Rp 50 per kilogram(silakan klik Model Souvenir, Desain Kerajinan). Rata-rata seorang pekerja sanggup menyortir sebanyak 400 kilogram sehari. Dengan demikian seorang tukang sortir bisa mengantungi upah Rp 20.000 sehari. Tahap selanjutnya adalah menjahit. Ongkos jahitnya sebesar Rp 450 per kilogram. 

Karena kualitas bahan dan ukuran kain perca itu sangat beragam, kualitas lap yang dihasilkannya pun sangat beragam(kerajinan tangan). Kain lap yang paling mahal adalah yang berwarna putih dan tebal, berukuran 10 cm x 15 cm. Untuk jenis ini harganya bisa mencapai Rp 6.000 per kilogram. Bila bahannya tidak terlalu tebal, kain lap bisa dibikin dua lapis, namun harganya turun menjadi Rp 3.500 per kilogram. Kelas di bawahnya lagi adalah lap berukuran 5 cm x 15 cm, bahan berbagai warna. Untuk yang berbahan tebal sehingga hanya perlu satu lapisan harganya Rp 2.500 per kilogram, sedangkan yang tipis sehingga perlu dua lapis harganya Rp 1.500 per kilogram. 

Harga paling rendah adalah lap yang terbuat dari kain perca yang kecil-kecil. Sedemikian kecilnya bahkan kebanyakan hanya selebar pita. Karena kecil maka kain perca itu dijahit secara melintang(kerajinan tangan). Dengan jahitannya yang lintang melintang sedemikian rupa, kain lap itu menjadi yang paling tebal namun paling murah harganya, yakni Rp 1.000 per kilogram. silakan klik

Begitulah di tangan produsen kain lap itu tidak ada potongan perca yang tidak dapat dimanfaatkan. Sekecil apapun tetap diusahakan untuk disambung menjadi kain lap.

Mereka menjual kain lap itu antara lain ke pabrik-pabrik yang memiliki alat berat untuk proses produksi. Gunanya untuk membersihkan alat berat itu agar tetap cemerlang. Selain itu juga biasa dijual ke produsen mebel kayu, yakni untuk memelitur mebel-mebel kayu tersebut.

Seluruh data dan perhitungan ini disadur dari Tabloid Kontan.

Categories: dari kain Tags:
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: